Food Fact
[FOOD FACT] Pengaruh Perasan Buah Lemon Terhadap Peningkatan Warna Gigi
March 24, 2017
0

Selamat Malami Foodfighters!
Seperti biasa di hari Senin kita akan membahas tentang Food Fact. Hari ini kita akan membahas tentang “Pengaruh Perasan Buah Lemon Terhadap Peningkatan Warna Gigi”.

Perubahan warna pada gigi salah satunya disebabkan oleh adanya faktor ekstrinsik. Salah satu cara untuk menghilangkan perubahan warna gigi adalah dengan teknik bleaching. Pada teknik ini bahan aktif yang sering digunakan adalah hidrogen peroksida, tetapi bahan ini mempunyai dampak negatif pada gigi yaitu adanya sifat mutagenik. Diketahui asam malat adalah bahan alami yang dapat digunakan untuk bleaching
gigi, dan salah satu buah yang mengandung asam malat adalah lemon.

Perasan buah lemon berpengaruh terhadap perubahan warna gigi pada proses pemutihan gigi secara in-vitro. Hal ini dikarenakan buah lemon mengandung asam malat yang diyakini dapat digunakan untuk memutihkan gigi. Asam malat merupakan golongan asam karboksilat yang mempunyai kemampuan memutihkan gigi dengan cara mengoksidasi permukaan email gigi. Zat ini dapat menembus dentin dan dapat melepaskan oksigen yang bebas pada ikatan rangkap dari senyawa organik dan anorganik dalam tubulus dentin.

Oksidasi merupakan proses dimana terjadi pengikatan oksigen. Oksidasi molekul organik biasanya melibatkan pengikatan oksigen dan atau hilangnya hidrogen. Pada proses ini oksigen mentikat zat chromophor pada gigi yang sebelumnya berikatan dengan pelikal, sehingga terjadi perubahan warna. Kemudian oksidasi ini memecah rantai pada zat chromophor sehingga terjadi reduksi warna gigi menjadi lebih terang.

Kejadian tersebut dikarenakan adanya Hukum Perambatan Cahaya. Hukum Perambatan cahaya terdiri dari pemantulan cahaya dan
indeks bias cahaya. Indeks bias sebuah media berubah secara bertahap, pembiasan ini akan berakibat pada pembelokan cahaya secara bertahap. Indeks bias media berkurang seiring bertambahnya gelombang cahaya. Apabila cahaya datang pada benda yang kasar (porus) atau tidak padat, maka laju cahaya yang datang lebih sedikit dan akan diserap oleh lapisan yang kurang rapat tersebut.

Pemantulan cahaya adalah proses gelombang mengenai media akan bergerak menjauhi media tersebut. Mekanisme pemantulan cahaya dapat terjadi karena adanya penyerapan cahaya dan radiasi ulang cahaya. Menurut hukum pantulan ketika cahaya mengenai permukaan benda, sebagian cahaya dipantulkan sisanya diserap oleh benda. Pada permukaan yang rata, sudut datang sama dengan sudut pantul. Tetapi, ketika cahaya mengenai permukaan benda yang kasar pantulan cahaya akan menuju kesegala arah atau yang disebut pantulan tersebar.

Porusitas biasanya terjadi pada proses bleaching, karena adanya senyawa asam yang dapat menembus email. Sebelumnya akan didahului oleh adanya erosi gigi. Dalam suasana atau media yang bersifat asam dapat menyebabkan erosi pada enamel gigi. Hal ini terjadi karena adanya proses senyawa anorganik gigi yang terlarut oleh sifat asam tersebut. Erosi gigi dimulai dengan adanya pelepasan kalsium gigi, apabila proses ini berlanjut, maka akan menyebabkan kehilangan sebagian dari prisma enamel, apabila terus berlanjut akan terjadi porositas. Penurunan kekerasan enamel dan sensitivitas gigi adalah efek samping dari proses bleaching. Penggunaan bahan pemutih dalam konsentrasi ringan pada teknik home bleaching sudah bisa mengakibatkan porusitas pada enamel dan terjadi erosi ringan. Dan makin lama kontak bahan pemutih dengan permukaan enamel, maka makin dalam dan makin banyak bahan pemutih yang terserap didalam permukaan enamel.

Warna pada gigi dianggap memiliki tiga dimensi, yaitu: Hue, Chroma/ Saturation, dan Value/Brightness, yang sedikit sulit untuk dipahami. Hue adalah nama dari warna (merah, orange, kuning, hijau, biru, indigo, ungu). Semua warna tersebut merupakan penyusun spektrum warna. Warna hue semua gigi hampir sama di rongga mulut, pada gigi permanen yang masih muda. Dengan bertambahnya umur, variasi warna hue pada gigi sering terjadi. Chroma adalah kejenihan atau intensitas warna, yang merupakan kualitas dari hue dan kebanyakan akan berkurang karena adanya proses pemutihan gigi atau bleaching. Peningkatan warna gigi ditandai dengan adanya penurunan nilai chroma dan value/lightnes pada warna gigi. Semua hue menerima reduksi chroma akibat vital dan non vital bleaching. Value adalah hubungan antara gelap atau terang dari warna. Gigi yang berwarna terang memiliki value tinggi tetapi gigi yang berwarna gelap memiliki value yang rendah. Value lebih kearah kualitas ketajaman warna.

Sekian penjelasan dari pengaruh pengaruh perasan buah lemon terhadap peningkatan warna gigi. Semoga ilmu yang dibagikan dapat bermanfaat untuk kita semua

Happy Monday! Sampai jumpa minggu depan foodfighters!

Sumber:
http://jurnal.unissula.ac.id/index.php/medali/article/download/455/381